Wednesday, March 04, 2015

Selamat Ulang Tahun, Suamiku :)

Selamat ulang tahun, suamiku.
Selamat ulang tahun, ayah dari anakku.
Selamat ulang tahun, soulmate sejatiku.
Selamat ulang tahun, pria dalam hidupku.

4 Maret 2015.
Tahukah? Ini ulang tahunmu yang ketiga yang kita rayakan bersama.

4 Maret 2013: Memang saat itu kita belum 'officially dating'. Tapi entah mengapa tetiba aku ingin memberikan sesuatu yang bisa terus kau ingat.

4 Maret 2014: Waktu bergulir sangat cepat. Di ulang tahunmu yang ke-26, kita sudah resmi menikah dan aku sedang mengandung anakmu pada awal bulan ketiga.

4 Maret 2015: Kau sudah jadi ayah dari seorang bayi laki-laki yang mengagumkan!

Namun maaf, suamiku.
Ulang tahunmu kali ini tanpa kejutan, tanpa kue ulang tahun, atau perayaan apapun. Tiba-tiba kondisi ku drop dan ternyata aku terkena tifus. Penyakit yang membuatku lemas dan mengharuskanku bedrest.
Sedih bukan main rasanya mengingat segala yang aku rencanakan gagal. Tapi apa boleh buat, toh kita hanya manusia. Manusia hanya bisa berusaha, Tuhan menentukan.

Suamiku, sebenarnya Jumat kemarin sewaku kau masih dalam dinas di Palembang, aku ke BIP untuk mencari kado untukmu. Dan saat makan siang aku pun memilih sushi. Mungkin itu juga salah satu penyebab aku sakit, selain karena kondisi yang memang sudah drop.

Suamiku, harapanku kali ini, semoga keluarga kita selalu dikaruniai kesehatan dan keberkahan hidup. Rumah tangga kita pun semoga terus diridhoi Alloh, aamiin aamiin ya Rabbal Alamin.

Sedikit harapanku untukmu, karena saat ini kau sudah menjadi seorang ayah, seorang imam dikeluarga kecil kita..
Semoga ayah lebih dewasa dalam bersikap, diberikan kesabaran yang lebih, dan tidak cepat marah kalau dalam kondisi lapar atau apapun. Segalanya bisa dikompromikan dengan baik.
Semoga pula tidak ada lagi satu bentakan pun yang ayah lontarkan bila aku salah. Karena itu membuatku sangat depresi dan aku bisa menangis dengan instan. Cukup peringatkan dengan lembut karena sesungguhnya wanita memang paling tidak suka dibentak, apalagi oleh suaminya sendiri.

Last but not least, selamat ulang tahun, suamiku.
Semoga bisa menjadi imam yang lebih baik lagi.
Semoga bisa menjadi ayah yang lebih baik lagi.
Semoga ibadahnya bisa lebih baik lagi.

Love you always, and even more.