Friday, December 23, 2016

Coffee Philosophy

Jadilah seperti kopi, karena dengan tekanan apapun dia tidak akan melembek ataupun mengeras, namun ia senantiasa akan menyebarkan aromanya yang harum.

Saya bukan pecinta kopi. Namun tak ada salahnya saya belajar dari filosofi kopi ini.

I did not know when did I start of being impatient, easily angry, and disliking people who spoke bad about me.
Dulu saya periang, dan teman-teman berkata saya seperti itu.
Saya tak mudah tersinggung, saya asyik untuk diajak bercanda, dan saya pun tak masalah bila ada yang meledek, karna saya tahu yang mereka katakan itu hanya candaan.

But time flies. I met many different people with each different character.
The melancholic, the phlegmatic, the sanguine, and the choleric ones.
Until I realized that I have changed.

Saya sekarang cepat tersinggung, saya cepat terbawa perasaan (baper), yang menjadikan "ngambek" sudah sangat melekat dengan saya.
Why I can be like this?

Entah. Tapi bukan orang lain yang bertanggung jawab atas sikap saya sekarang. Beberapa dari mereka mungkin turut mempengaruhi sikap saya, tapi saya akan lebih berfokus pada diri saya sendiri.

Jujur, saya sangat tidak bisa bila dikasari, walaupun hanya dengan perkataan. Perasaan saya halus dan sekali ada perkataan yang menyakitkan, saya bisa langsung menangis. Dan parahnya lagi, saya akan selalu ingat perkataan yang menyakitkan itu.
I may forgive, but hardly forget.
Karena perkataan yang membekas itu entah kenapa sangat sulit saya lupakan.

When people left good memories to me, I would never forget that.
Also, when they left some pains, I would never forget.

WORDS indeed are sharper than SWORD if you cannot use them wisely.
So, be careful.

Perhaps, I'm what people do to me.
If they do me well and sincere, I can be more gentle to them.
Otherwise, if they hurt me (even only with words), I may forgive them but the hole they dig would never heal in my heart.
So, speak only some good words, especially to your precious ones.

Lately I realized that between title and content is unrelated at all! HAHAHA. Pardon me.




Wednesday, March 04, 2015

Selamat Ulang Tahun, Suamiku :)

Selamat ulang tahun, suamiku.
Selamat ulang tahun, ayah dari anakku.
Selamat ulang tahun, soulmate sejatiku.
Selamat ulang tahun, pria dalam hidupku.

4 Maret 2015.
Tahukah? Ini ulang tahunmu yang ketiga yang kita rayakan bersama.

4 Maret 2013: Memang saat itu kita belum 'officially dating'. Tapi entah mengapa tetiba aku ingin memberikan sesuatu yang bisa terus kau ingat.

4 Maret 2014: Waktu bergulir sangat cepat. Di ulang tahunmu yang ke-26, kita sudah resmi menikah dan aku sedang mengandung anakmu pada awal bulan ketiga.

4 Maret 2015: Kau sudah jadi ayah dari seorang bayi laki-laki yang mengagumkan!

Namun maaf, suamiku.
Ulang tahunmu kali ini tanpa kejutan, tanpa kue ulang tahun, atau perayaan apapun. Tiba-tiba kondisi ku drop dan ternyata aku terkena tifus. Penyakit yang membuatku lemas dan mengharuskanku bedrest.
Sedih bukan main rasanya mengingat segala yang aku rencanakan gagal. Tapi apa boleh buat, toh kita hanya manusia. Manusia hanya bisa berusaha, Tuhan menentukan.

Suamiku, sebenarnya Jumat kemarin sewaku kau masih dalam dinas di Palembang, aku ke BIP untuk mencari kado untukmu. Dan saat makan siang aku pun memilih sushi. Mungkin itu juga salah satu penyebab aku sakit, selain karena kondisi yang memang sudah drop.

Suamiku, harapanku kali ini, semoga keluarga kita selalu dikaruniai kesehatan dan keberkahan hidup. Rumah tangga kita pun semoga terus diridhoi Alloh, aamiin aamiin ya Rabbal Alamin.

Sedikit harapanku untukmu, karena saat ini kau sudah menjadi seorang ayah, seorang imam dikeluarga kecil kita..
Semoga ayah lebih dewasa dalam bersikap, diberikan kesabaran yang lebih, dan tidak cepat marah kalau dalam kondisi lapar atau apapun. Segalanya bisa dikompromikan dengan baik.
Semoga pula tidak ada lagi satu bentakan pun yang ayah lontarkan bila aku salah. Karena itu membuatku sangat depresi dan aku bisa menangis dengan instan. Cukup peringatkan dengan lembut karena sesungguhnya wanita memang paling tidak suka dibentak, apalagi oleh suaminya sendiri.

Last but not least, selamat ulang tahun, suamiku.
Semoga bisa menjadi imam yang lebih baik lagi.
Semoga bisa menjadi ayah yang lebih baik lagi.
Semoga ibadahnya bisa lebih baik lagi.

Love you always, and even more.

Wednesday, December 10, 2014

Breastfeeding Equipment: Breastpump

Kegiatan pumping atau pompa ASI emang nggak bisa dilepaskan begitu aja dari kegiatan breastfeeding. Buat para working mom termasuk gue yang pengen terus ngasih ASI eksklusif buat baby, paling nggak sampai si kecil berumur 6 bulan.

Alhamdulillah Arsyad udah melalui 3 bulan dengan ASI eksklusif, tinggal setengah perjalanan lagi nih. Moga ASI bunda bisa terus lancar ya nak.. jadi jangankan 6 bulan, kalau terus lancar Arsyad bisa full ASI Insya Allah sampe 2 tahun.


Pumping atau perah-memerah ASI sangaat banget ditentukan dari media perahnya, Itu menentukan banget kuantitas ASI yang didapat. Perlu diinget, in my opinion, harga nggak selamanya berbanding lurus dengan kenyamanan saat pumping dan kuantitas ASI yang didapat. Initinya sih cocok-cocokan. Belum tentu breastpump yang menurut orang bagus, tapi di gue juga bagus, dan sebaliknya. 


Tuesday, July 08, 2014

Tuhan, Kenapa Aku Diuji?

Dua bulan terakhir ini sejak kenaikan jabatan suami, air mata seolah jadi teman setia melebihi bantal dan guling. Gimana nggak?
Pekerjaannya seolah monster yang merebut semua waktu untuk kami berdua.
And here, I eventually realized that money can't buy everything:
Happiness, togetherness, health, love...

Friday, May 30, 2014

Octoberlicious Part 1 - Am I Getting Married?

Oktober Tahun 2013 itu bisa dibilang salah satu bulan yang bersejarah dalam hidup gw. 
Yak, salah satunya adalah perubahan status gw dari Miss ke Mrs!

All just went so swiftly and... unbelievably.

Who would've thought anyway that I would get married in October 2013??!!
Even my mom still didn't believe it.

Tuesday, January 29, 2013

And, See You Again

And see you again for the next three months.

Not a short time though, but it's not a farewell.

Just wait and see, will time change everything? Only God knows. One thing for sure, it depends on us, depends on you and me, because future can change, anyhow.

Thursday, January 10, 2013

Afternoon Tale

My friend, Nurzaitun, just tweeted this:

"Sometimes I wish I were a-Himono-Onna, so I did not need to feel troubled and taste any sorrow of falling in love."

It looked ridiculous at first, how could she be so troubled when she had someone to rely upon? But later, after any further thought, she was just all true.

When we fall in love, happiness and confusion strangely appear simultaneously. We can just easily happy or sad instead, just like sunshine in a daylight which can change into heavy storm in moments. 

But, yeah, that's the consequences you must take for granted when you dare to love someone and it does not  buy you for free, of course. 

In the end, loving someone is beautiful, indeed, but your anxiety level will increase as well :P 

Friday, July 13, 2012

Farewell

Hello! Again with the spoiler, I'll try to write this one shot story about Alice and her love life. This time is about she and her long ago-crush. Why suddenly I came up with this one? I don't know, I just happened to find a stack of weird sheets of undelivered love letters of Alice which were supposed to send to Gerald Rivers, her desperately-love interest. Due to Alice's cowardliness, they were just left unspoken.

The story was taken place a while before Alice met and best-friended with Dave. Actually Gerry was one of reasons why she finally closed to Dave.